banner

Senin, 19 Desember 2011

Menginstall Compact Cassette Recorder (Tape Recorder)

Berikut, pada postingan ini akan saya jelaskan cara untuk menginstal Compact Cassette Recorder,




Langkah Penginstallan
1.      Persiapan alat dan bahan yang dibutuhkan.
2.      Hubungkan steker Tape Recorder ke sumber tegangan 220 VAC.
3.      Rangkaikan alat seperti pada Gambar Kerja 1.1.
4.      Nyalakan Tape Recorder dengan menekan tombol power yang ada pada Tape Recorder.
5.      Hubungkan Microphone pada sambungan Mic (Jack Mic) yang tersedia pada Tape Recorder.
6.      Tekan tombol “Eject” untuk membuka tempat kaset Tape Recorder.
7.      Masukkan Kaset Audio ke dalam tempat kaset Tape Recorder.
8.      Tutup tempat kaset yang telah berisi kaset tersebut.
9.      Persiapkan suara untuk memulai perekaman melalui Tape Recorder.
10.  Tekan tombol “Play + Rec” untuk memulai proses perekaman audio.
11.  Tekan tombol “Stop” jika perekaman telah selesai atau untuk memberhentikan proses perekaman.
12.  Tekan tombol “Rewind” hingga kaset kembali ke letak awalnya.
13.  Tekan tombol “Play” untuk memutar/memainkan kembali Audio yang telah direkam.
14.  Tekan tombol “Stop” untuk memberhentikan proses pemutaran kaset.
15.  Keluarkan kaset jika setelah digunakan dengan menekan tombol “Eject”.
16.  Ambil Kaset dan tutup kembali tempat kaset yang terbuka.
17.  Matikan pesawat Tape Recorder dengan menekan tombol “power”
18.  Lepas konektor Mic dengan Jack Mic yang berada pada Tape Recorder.
19.  Lepas steker Tape Recorder dari tegangan sumber 220 VAC.
20.  Kembalikan semua pesawat dan alat yang digunakan ke semua tempat semula.

Sekian dari saya,,
Semoga bermanfaat, kurang lebihnya mohon dima'afkan......

Wassalam..

Sumber : Penulis (Catatan penulis)

Menginstall Video Cassette Recorder (VCR)

     VCR memang jarang atau bahkan tidak sama sekali dipakai pada saat ini. Namun, cara peninstallan VCR harus kita ketahui karena suatu saat kita akan menemui VCR tersebut. VCR akan lebih mudah kita temui ketika kita pergi ke museum audio video atau pengumpul barang kuno.

      Baiklah, berikut cara penginstallan Video Cassette Recorder (VCR) :
A.    Untuk Mode Perekaman 
  1. Siapkan Semua alat yang akan digunakan, Handtool, dan sebagainya.
  2. Sebelum membuat hubungan yakinkan bahwa piranti telah dilepaskan dari saluran daya.
  3. Sambungkan Kabel seperti pada gambar berikut,
  4. Sambungkan Steker VCR (tiap model VCR memiliki asusmsi tegangan berbeda) dan Televisi ke jaring-jaring listrik 220volt.
  5. Nyalakan VCR dan Televisi dengan menekan tombol power pada kedua perangkat tersebut.
  6. Buka tutup kaset dengan menekan tombol “Eject” pada panel depan VCR.
  7. Masukkan Kaset kedalam wadah kaset yang terbuka.
  8. Tutup wadah kaset dengan mendorongnya kebelakang.
  9. Hadapkan Video Kamera kearah yang akan direkam.
  10. Tekan tombol “Rec” pada panel depan VCR.
  11. Jika telah selesai perekaman, tekan tombol “Stop” untuk memberhentikan proses perekaman.

B.    Untuk Mode Putar Ulang
  1. Siapkan Semua alat yang akan digunakan, Handtool, dan sebagainya.
  2. Sebelum membuat hubungan yakinkan bahwa piranti telah dilepaskan dari saluran daya.
  3. Sambungkan Kabel seperti pada gambar berikut,
  4. Sambungkan Steker VCR (tiap model VCR memiliki asusmsi tegangan berbeda) dan Televisi ke jaring-jaring listrik 220volt.
  5. Nyalakan VCR dan Televisi dengan menekan tombol power pada kedua perangkat tersebut.
  6. Buka tutup kaset dengan menekan tombol “Eject” pada panel depan VCR.
  7. Masukkan Kaset kedalam wadah kaset yang terbuka.
  8. Tutup wadah kaset dengan mendorongnya kebelakang.
  9. Tekan Tombol “Loading” atau “Play” pada panel depan VCR.
  10. Tunggu proses VCR berlangsung.

Sekian dari saya, semoga bermanfaat dan kami harap kritik dan saran membangun dari pembaca....
Terima kasih sudah mengunjungi blog ini. ....

Memperbaiki DVD Player

    Repair atau troubleshooting adalah kata yang tidak asing lagi bagi kita anak SMK, terutama pada jurusan kita Audio - Video yang selalu dihadapkan pada perbaikan dan perakitan barang – barang elektronika. Barang – barang elektronika sangatlah mudah rusak khususnya DVD Player, ini terutama disebabkan oleh panas yang berlebihan pada komponen, tidak stabilnya arus dari PLN dll.
Dalam materi ini kita akan membahas langkah – langakah mengatasi kesalahan pada DVD PLAYER

TEKNIK DASAR MENCARI KERUSAKAN PADA DVD

MATI TOTAL
SOLUSI : Perhatikan gejala mati total tersebut apakah karena disebabkan tegangan dari listrik PLN memang tidak masuk sama sekali. Biasanya mati total ini ditandai dengan tidak adanya sama sekali indikator yang menyala
Bila mempunyai multimeter dapat dengan mudah mengukur tegangan listrik dari kabel power ke rangkaian regulator (power supply).
bila memang tegangan power dari PLN masuk ke dalam unit power supply, bisa di ukur tegangan output dari power supply tersebut. DVD model terbaru hanya menggunakan 2 buah tegangan yaitu +5V dan +12V, umumnya model lama agak sedikit rumit Karena menggunakan +12V,-12V,+5V,+3,3V.
Bila ternyata tegangan tersebut semua ada, bisalah dipastikan Decoder Board nya yang rusak, atau istilah kerennya dikalangan kita adalah MPEG tetapi jangan langsung mengganti MPEG tersebut karena biasanya bukan rusak dari rangkaian "Hardware", tetapi ada kemungkinan rusak karena "Firmware" corrupt atau hilang, jadi jangan terburu buru ganti MPEG, apalagi DVD model baru yang menggunakan SPI Flash, itu lebih sering rusak "firmwarenya" solusinya tinggal isi lagi "firmwarenya" dari PC ke DVD player tersebut.

Tidak ada suara
gejala tidak ada suara biasanya di karenakan rangkaian Mute bekerja atau bisa juga karena Ic Pre amp (4558) rusak. bila rusak karena rangkaian mute bekerja, cabut saja 2 buah transistor pada bagian Mute tersebut, kerusakan ini sering di dapati pada DVD Vitron.





PROBLEM NO DISK PADA DVD
Penyebab utama adalah optic, tetapi perhatikan dulu gejalanya, karena juga terkadang dari motor spindle, bisa terjadi juga dikarenakan kabel flexsible rusak.
Kerusakan optik biasa pada umumnya terjadi karena laser dioda sudah tidak menghasilkan output power yang sesuai, umumnya output laserdiode DVD player adala  h 7mW untuk DVD, untuk VCD dan CD berkisar antara 5mW

Dan juga kerusakan bisa terjadi karena sudut penembakan laser diode yang tidak presisi ,karena begitu kecil ukurannya bagi mata awam untuk membuat ukuran tersebut normal kembali yaitu mikrometer,jadi sebenarnya optik yang rusak bisa diperbaiki dengan menggunakan alat yang lengkap, tetapi karena harga alat tersebut amat mahal, lebih baik beli yang sudah jadi.

TRIK MENGATASI DVD NO DISC DENGAN WD 40

    Coba praktekkan trik sederhana ini untuk mengatasi kerusakan DVD " NO DISC ".Caranya dengan membuka mekanik DVD dan kita posisikan terbalik, SPINDLE motor boleh dilepas atau tetap terpasang pada mekaniknya. Semprotkan cairan WD 40 pada sekitar as rotor belakang dari SPINDLE motor sedikit saja (satu kali semprot). Putar motor dengan menggunakan tangan beberapa kali sampai dimungkinkan as dari motor terlumasi.Tempatkan mekanik ke posisi semula dan bersihkan mekanik dari sisa cairan yang mungkin tercecer dengan menggunakan tissue atau kapas. Hati hati pada saat menyemprot jangan sampai cairan mengenai mata optic DVD.
Perlu di ketahui sebelum melakukan hal di atas harus kita yakinkan dahulu bahwa yang menyebabkan DVD NO DISC adalah memang dari SPINDLE motor.Dapat kita lihat sepintas dengan mengamati mekanik DVD saat di operasikan, cirinya OPTIC terlihat masih bersinar merah, putaran piringan terlihat lambat dan berat,dan kerja mekanik yang lain normal.

Sumber :
 Scribd.com

Selasa, 08 November 2011

Menjelaskan Media Rekam CD

MENJELASKAN PERBEDAAN MEDIA REKAM VCD DAN DVD

VCD (Video Compact Disc) atau MPEG1 atau DAT menggunakan media rekam CD (Compact Disc) biasa sebagai alat atau media untuk memutar kembali/playback.

DVD Video (Digital Versatile Disc Video) atau MPEG2 atau VOB menggunakan media rekam DVD sebagai alat untuk memutar kembali/playback.

Dari pernyataan diatas, disini berarti akan dibahas perbedaan media rekam untuk VCD dan DVD-Video yaitu media rekam CD dan DVD.

Perbedaan Media Rekam VCD dan DVD

1. Dilhat dari hal ukuran Track dan Pitch

DVD memiliki ukuran pit lebih kecil dari CD. Pit adalah lubang (galian) kecil atau tekanan yang sedikitdi atas permukaan disc yang mengijinkan pickup laser untuk membedakan antara kondisi digital berlogik 0 dan1. DVD sisi tunggal, lapisan tunggal dapat menyimpan sekitar tujuh kali lebih banyak dari pada CD. Sebagian besartambahan ini berasal dari pit dan track pada DVD lebih kecil.
2. Dilihat dari Track space / spasi tiap track

Jalur track pada DVD 2,16 kali lebih kecil dan panjang pit minimum, untuk DVD lapisan tunggal adalah 2,08 kalilebih kecil dari pada CD. Fitur spasi track antar pit spiral pada DVD lebih tipis. Dalam susunan demikianDVD player membaca format DVD dengan ukuran pit  lebih kecil dan spasi track lebih tipis, jenis laser yang digunakanberbeda karena menghendaki cahaya dengan berkas yang lebih sempit. Ini merupakan satu dari sebagian besar alasanmengapa CD player tidak dapat membaca DVD, sementara DVD player mampu membaca CD audio).
3. Dilihat dari kapasitas lapisan pada single side – single layered

Sebagaimana telah diketahui DVD-5, merupakan konstruksi yang paling sederhana format ini mampumenyimpan 4,7 GB data digital. Angka 5 dalam DVD-5 signifikan dengan mendekati kapasitas data 5 GB, sedangkankapasitas CD hanya 650 MB. Informasi digital ini mendekati dua jam video digital dan audio video, atau 74 menituntuk
musik DVD audio resolusi tinggi.

4. Dilihat dari Panjang Gelombang Sinar Laser (ƛ)

Keduanya sama-sama pakai sinar laser merah untuk pembaca datanya. Bedanya ada di panjang gelombang. Sinar laser merah pada CD panjang gelombangnya adalah 780 nm, sedangkan DVD menggunakan sinar laser merah ber-panjang gelombang 650 nm.
5. Dilihat dari NA/Diafragma atau pengatur lensa Fokus
Besarnya NA atau Diafragma untuk CD Nilainya 0,45 dan untuk DVD nilainya 0,6. Semakin besar nilainya, semakin kecil titik fokus yang bisa dibuat oleh lensa. Besarnya diafragma mempengaruhi jarak lapisan data dengan mata laser.
Ketebalan keping adalah 1,2 mm, anggap saja lapisan yang mengkilap adalah lapisan atas dan lapisan yang berlabel adalah lapisan bawah. Pada CD Lapisan data terletak di lapisan bawah sendiri dan bersentuhan langsung dengan lapisan label. Sedangkan lapisan data DVD terletak di tengah-tengah keping, atau 0,6 mm dari lapisan atas. Coba ambil keping cd yang sudah tak terpakai, coba gores labelnya dengan uang logam ato benda lain yang mirip. Ketika digores labelnya, lapisan datanya juga ikut terkelupas. Bila digores semuanya maka akan menghasilkan keping CD yang bening. Berbeda dengan DVD, bila digores labelnya, lapisan datanya akan tetap hidup tenang ditengah keping.

Sumber dari :
  1. Waluyanti, Sri, dkk. Mei 2008. Buku Direktorat PSMK Untuk Tehnik AudioVideo. “BAB VII Sistem Reproduksi Sinyal Audio Video”.
  2. http://gaptekinfo.blogspot.com/2011/04/perbedaan-cd-dvd-hd-dvd-dan-blu-ray-mau.html . diakses per tanggal 6 Agustus 2011.
  3. http://id.shvoong.com/exact-sciences/physics/perbedaan-antara-cd- dengan-DVD.html . diakses per tanggal 6 Agustus 2011.
  4. http://ansory.blogdetik.com